dear you…
Minggu, 25 September 2011
Pagi ini Tuhan membangunkan saya dengan perasaan rindu
“Ah..Tuhan, kenapa saya dikasih perasaan kaya gini?” Tanya saya dalam hati
Merasa ga ada jawaban, akhirnya saya memaksa diri untuk benar2 bangun
Liat2 keadaan kamar, berantakan. Seandainya mami disini, dia pasti udah merepet kesana kemari :D
Liat2 keluar kamar, sepi. Mungkin mereka masih di alam mimpi.
Selama mandi dan bersiap ke gereja, saya merasa semakin sendiri, ya seringkali merasa seperti ini “ah iya..saya rindu keluarga..” Pikir saya
“Ya sudahlah..ga ada mereka bukan berarti ga gereja”
Saya pun berangkat dengan motor pinjaman teman sebelah kamar, kebetulan dititipkan sebelum dia ke Jogja.
Sepanjang perjalanan, liat sekeliling, saya baru benar “sadar” saya di Kudus. Sudah sebulan, tapi sepertinya baru kemarin masih di Banjarmasin, masih ada teman sekamar yang mengingatkan ke gereja, masih ada teman sekelas yang selalu ngajak gereja.
Tapi sekarang…”Sudahlah beth, jangan melankolis” kata saya dalam hati
Sampai di gereja, saya parkir motor dan segera masuk. Jemaatnya dominan Chinese, muka saya jelas Indonesia, Batak pula.
Dalam doa, saya sempat mengungkapkan rindu saya pada keluarga. Ketika jarak memisahkan, salah satu penghubungnya adalah doa.
Dan seperti segalanya sudah diatur sedemikian rupa, puji2an dan tema khotbah pun tentang kasih pada keluarga
KAMI DATANG DI HADIRAT-MU
DALAM SATU KASIH, DENGAN BERSEHATI
BERJANJI SETIA SAMPAI AKHIR
MENGASIHI-MU, YESUS
REFF:
BERSAMA K’LUARGAKU MELAYANI TUHAN
BERSATU, S’LAMANYA, MENGASIHI ENGKAU
TIADA YANG DAPAT MELEBIHI KASIH-MU YA TUHAN
BAGI KAMI ENGKAU SEGALANYA
BRIDGE:
GELOMBANG BADAI HIDUP COBA MENGHALANGI
NAMUN KUASA TUHAN BUKA JALAN KAMI
Pujian ini bagus sekali, saya pun menyanyi dengan mata berkaca-kaca, bahkan sepanjang ibadah..(Cengeng memang)
Tapi saya tersenyum ketika ingat kebiasaan gereja bersama keluarga, pakai baju senada, mengisi kesaksian pujian bagi suara, kemudian pulang gereja jalan2 untuk makan bersama.
Sepulang ibadah pagi itu, saya lebih tenang.
Ada air mata, tapi saya bersukacita.
Rindu ini menyesakkan, sekaligus menyenangkan.
Selama ini mungkin saya (sok) sibuk sama kerjaan, jarang nelp duluan. :) tapi hari ini saya diingatkan betapa bersyukurnya saya punya keluarga yang selalu menguatkan melewati gelombang kehidupan.
“Terima kasih, Tuhan.”
pernah bangun pagi dan entah kenapa merasa sangat sedih?
rasanya ga enak ya?
seperti yang saya rasain sekarang
setelah tertidur 4 jam, pagi ini saya terbangun dan ingin menangis
ga semangat, ga mood bicara, ga minat sarapan,
ga ngerti apa yang ada dikepala
cuma melakukan kebiasaan memutar satu lagu setiap pagi
Saat keadaan sek’lilingku
Ada di luar kemampuanku
Kuberdiam diri mencari Mu
Doa mengubah segala sesuatu
Saat kenyataan di depanku
Mengecewakan perasaanku
Kumenutup mata memandangMu
S’bab doa mengubah segala sesuatu
[REFF]
Doa orang benar bila didoakan
Dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman berkuasa menyelamatkan
S’perti mata air ditanganMu
Mengalir ke manapun Kau mau
Tiada yang mustahil di mataMu
Doa mengubah segala sesuatu
saat ini, mungkin keadaan sekeliling saya ada diluar kemampuan
banyak kenyataan didepan mata yang mengecewakan
tapi lagu ini terus mengingatkan
walaupun cuma bisa berdiam diri dan menutup mata
saya percaya ga ada yang mustahil di mata Nya
saya berserah.. seperti mata air di tangan Nya
baik pekerjaan maupun pasangan, apapun itu
saya akan “mengalir” kemanapun Dia mau
karena doa mengubah segala sesuatu
“With man
this is impossible, but with God all things are possible.”
dari sekian banyak ayat Alkitab yang terpampang di tembok-tembok besar UPH
ayat ini yang paling meneguhkan saya dan teman-teman paduan suara..
Desember 2010
pelatih mengumumkan paduan suara kami diikutsertakan dalam PESPARAWI PGI WIL BANTEN di UPH tanggal 12 Maret 2011
partitur lagu wajib Langit Menceritakan cipt. Bonar Gultom (Gorga) pun dibagikan
belajar dari nol, sebanyak 5 halaman partitur harus dipelajari dan dihapalkan
kami sadar benar kami bukan para penyanyi yang mempunyai latar belakang musik
sebulan berlalu dengan berbagai kegiatan natal
kami hanya mampu menguasai satu halaman partitur
Januari 2011
kami sepakat menambah jadwal latihan 3x seminggu (Selasa, Jumat dan Minggu)
tapi sepanjang perjalanan, banyak yang tidak menjalankan komitmennya
latihan bolong-bolong, hanya beberapa yang serius
lagu pilihan “Soon Ah Will Be Done” yang mrpkn Negro Spiritual Song pun ditetapkan
kata pelatih, lagu wajib itu memiliki tingkat kesulitan level 5
maka lagu pilihan pun juga dipilih yang mempunyai level sama
sepanjang bulan ini, konflik demi konflik mulai bermunculan
kurangnya kesadaran anggota untuk latihan membuat pelatih cepat emosi
walaupun ada sie. kostum, tidak ada satupun yang bersedia membuat seragam
berbekal internet, saya inisiatif mendesain beberapa contoh dress+jas untuk anggota
sempat ragu karena akan ada pengeluaran (saya maklum karena jemaat kami bukan jemaat yang pendapatannya berlebih) namun usul saya direspon positif
bolakbalik memilih bahan dan penjahit juga latihan 3x seminggu bukan hal yang mudah ditengah banyak interview kerjaan di jakarta
sebulan pun berlalu dengan sangat cepat
Februari 2011
penjahit memberi kabar sepihak tidak jadi ambil order
dibantu beberapa ibu, akhirnya dapat penjahit pengganti
saya cukup sering sharing segala sesuatu dengan pelatih
dia bilang merasa tidak didukung anggotanya
ini event yang cukup besar, bahkan sangat besar untuk gereja sekecil kami
saya berusaha semampu saya dukung dia gimapun keadaannya
konflik demi konflik semakin sering terjadi
pelatih orang yang perfeksionis, tapi saya tau dia sangat kompeten
anggota yang sudah bapak-bapak, merasa tidak terima kalau kena marah pelatih yang lebih muda usianya
tidak terlepas saya, jatuh sakit karena lelah, pelatih kurang puas dengan performa saya
kata teman-teman, saya ini anak kesayangan, tapi demi kualitas hal itu tidak berlaku
malam itu saya pulang dan menangis, pelatih manggil tapi saya abaikan (ah..childish memang)
setelah menangis, pelatih menghubungi saya, menyodorkan maaf karena dosa lidah
sebulan hampir berlalu, diputuskan untuk satu kali tampil di ibadah akhir bulan
katanya sebagai latihan diatas panggung
Maret 2011
ibadah awal bulan tampil kedua kali didepan jemaat
masih ada kekurangan dimana-mana, latihan semakin intensif seminggu penuh
pendeta mengadakan acara kebaktian khusus paduan suara
sesi uneg-uneg pun dikeluarkan
ternyata visi setiap anggota beda-beda
ada yang hanya ingin menyanyi karena bagian dari pelayanan, bukan kompetisi
pelatih tampak sedikit kecewa, mereka beda persepsi
suasana makin panas ketika mereka saling menjawab dan mempertahankan prinsip
sekali lagi, tidak ada kesadaran anggota lain untuk menengahi.. menyedihkan
saya beranikan angkat suara, image saya si anak emas ga sebagus itu kok
saya ceritakan konflik diantara saya dan pelatih, tapi saya pikir itu jelas karena pelatih mau saya berkualitas sesuai standar dia, saya mengerti ini kompetisi, jadi pelayanan “beri yang terbaik pada Tuhan ” juga harus diseimbangi dengan kualitas bersaing dengan padus lain
visi saya juga untuk juara, ini kompetisi saya pertama di paduan suara
akhirnya kami berdamai, setiap orang pasti ada berharap untuk juara walaupun sedikit
saya cuma berdoa, saya memang paling muda dari semua anggota tapi semoga anggota lain mau mendengarkan
12 Maret 2011
hari yang dinantikan, semua anggota sibuk dengan dirinya masing-masing
termasuk saya dan beberapa ibu harus ke salon pagi-pagi 
saat berangkat, dikabari kami mendapat urutan tampil terakhir
sampai di UPH, kami tidak disediakan ruangan karena urutannya masih lama
kami pun menunggu dilapangan dekat gedung, saya memperhatikan sekitar
lingkungan yang eksklusif, anggota paduan suara gereja lain yang bergaya cukup mewah
dibanding kami yang anggotanya masih berserakan, belum berseragam, sederhana
saya berdoa dalam hati, Bapa tolong berikan kami kepercayaan diri
acara dimulai pk.13.00, kami sempat test panggung yang terasa sangat luas buat kami
dari bangku peserta, kami menyaksikan peserta lain yang tampil lebih dulu
jumlah anggota yang banyaknya dua kali lipat dibanding kami, suara yang serasi, seragam mewah, sekali lagi menepis kepercayaan diri saya
beberapa saat sebelum tampil, kami dikarantina dalan satu ruangan
pemanasan, menenangkan hati, lagu “Naik Delman” menjadi pilihan
kami digiring menuju backstage dan saatnya pun tiba
tekanan semakin besar, sempat terlintas “Bapa, kami benar sudah siap?” dalam hati
dihadapan lebih dari 500 orang dan 3 juri hebat, sempat membuat saya lupa lirik saat bagian saya solo sopran (hiks…..bodoh)
dua lagu selesai, tepuk tangan langsung membahana, saya terpesona dan tidak percaya
supporter kami tak lebih dari 10 orang, tapi tepuk tangan itu lebih dari ratusan
Tuhan, terima kasih.. hanya itu yang sanggup saya bilang
selama 60 menit kami diberi waktu untuk istirahat dan rapat juri
saya berdiam diri, merasa tampil kurang maksimal, rasanya ingin menangis
salah satu kakak rohani menghampiri, dia tanya bagaimana perasaan saya
saya bilang “kalau kita menang, itu adalah mujizat dan aku akan menangis”
lalu saya menghampiri pelatih, saya tanya apakah ada peluang kami diperhitungkan
dia menguatkan saya dan bilang “jumlah kita hanya 20, suaranya lebih pelan, tp pasti diperhitungkan. tadi aku berdoa supaya Tuhan kirim malaikatNya bernyanyi bersama kita”
pengumuman pemenang
ternyata diumumkan dari lomba padus anak, remaja, pemuda dan dewasa
dan semua diumumkan dari peringkat terbawah skor terendah
saya kembali tertekan, bagaimana kalau nanti gereja kami yang terendah, malu sekali
raut wajah sedih, kecewa, ceria dan bahagia mulai bermunculan dari gereja lain
saya berdoa “Tuhan, jangan sampai kami diurutan terendah”
urutan pun dibacakan, tiap disebut gereja lain, saya bersyukur luar biasa, artinya gereja kami masih terus ada peluang di nomor atas
mulai 7 besar, saya terus berterima kasih sama Tuhan, tapi gereja kami tetap belum disebut
5 besar, nama-nama gereja lain disebut, kami semakin bersorak, rasanya seperti berteriak saat naik roller-coaster
urutan 4, bukan gereja kami. saya duduk lemas. berarti kami 3 besar, senang luar biasa
peserta tiga besar harus naik dulu keatas panggung diwakili pelatih
urutan 3 diumumkan… kembali gereja lain
kami berteriak semakin keras, kami 2 besar
urutan 2 dan 1…. dengan beda point 0.46 adalah Gereja Kristus Jemaat Pamulang dan GKI gading Serpong
kami bersorak, juara 2 dengan beda point tipis, rasanya sangat luar biasa
saya pun maju kedepan, berpelukan dengan teman-teman, ini mujizat dan saya menangis
juara 1 dan 3 adalah gereja besar, jumlah anggotanya masing-masing 40 orang, dua kali lipat lebih banyak dengan koreografi yang kompak, bahkan salah satu merupakan juara bertahan 3x berturut-turut..
ya Tuhan, hari ini gereja kecil kami Tuhan jadikan “besar” tingkat propinsi
dan mujizat Tuhan ini semakin membuat kami merasa kecil dihadapanMu
saat technical meeting dulu, gereja kami sempat jadi bahan tertawaan semua gereja karena kami berpendapat arransemen piano yang kurang harmonis
ya, memang benar, kata Bonar Gultom, Gereja Kristus Pamulang ini siapa berani-beraninya kritik seperti itu.. kami pun mendapat tawa bernada ejekan, gereja tidak terkenal 
tapi hari ini Tuhan dengan cara luar biasa mengembalikan itu ke mereka
Bonar Gultom dengan bersahaja menyalami kami
kembali saya teringat ayat diatas “…with God, all things are possible”
teringat setiap latihan, konflik, penyamaan visi, jatuh bangun semua adalah tempaan yang sakit tapi membentuk bejana yang indah dimata Tuhan
saya berdoa ini hanya untuk kemuliaan Tuhan, dan kami jgn sampai mencuri kemuliaanNya
terima kasih Bapa
terima kasih Elevatio Choir
memberi saya pengalaman sangat berharga
(beberapa anggota yang masih muda »)
pagi ini berdoa singkat sesingkat-singkatnya
cuma minta supaya Tuhan jagain hati dan sikap saya hari ini
setelah berdoa, mulai berpikir “apa yang bisa saya lakukan hari ini?”
buka twitter, baca TL orang2
lalu teringatlah sosok seorang temen lama
terakhir dicurhatin abis-abisan sama kakak si temen lama ini
kalo lagi dipusingin beberapa hal
si temen lama (sebut saja Tante, bukan nama sebenarnya)
baru saja mengakui he’s totally gay
dan dari angkatan 2004 (seangkatan saya)
skripsweetnya belum kelar-kelar sampe sekarang
lebih parah lagi
si Tante yang tadinya mau angkat topik Homoseksualitas dari Sisi Pria (sesuai banget deh tuh sm kehidupan dese..
)
eh dengan syantiknya topik itu diambil paksa sama temen sendiri
lulus lah temen itu dengan sempurna, sedangkan dese cuma bisa manyun deh
trus si Tante pun banting setir (padahal ga naik mobil)
dan mutusin angkat topik Homoseksualitas dari Sisi Pere (teteup topik andalan…)
cuma yah masuk kehidupan pere yang “menyimpang” itu ga semudah dibayangkan
sama kaya gay yang lebih membuka diri sama pria2 gitu juga Lez yang lebih terbuka sm pere2 (mungkin biar sekalian jadi TO mereka kali yaa…
)
jadi disinilah saya ambil peran
“mencarikan si Tante responden yang berstatus Lez”
dan dimulailah obrolan ga penting hari ini:
Tante (T) : Halo darling..
Saya (S) : Hi cintaaa.. (biar sama2 ngondek gitu)
gimandose kriteria responden?
T : eik mau yang udah coming out dirinya L, domisili semarang spy bisa depth interview
S : ada satu nih yang bersedia tp dibandung, kejauhan ya?
T : aih..salam kenal ya buat temenmu *kiss*
tapi kejauhan kayanya saay..
S : salam kenal balik cyiin..
umm..harus semarang ya, ada sih bbrp tp blom ada respon kesediaan
…………..(obrolan lain yang tidak perlu ditampilkan)………….
T : anyway klo boleh tanya dirimu kok bisa ada bnyk L chanel ya say?
aku menemukan satu aja sussyeee..
bkeliaran di mall si bnyk bs diidentifikasi L, tp masa iya ujug2 ajak kenalan..hihi
S : hehe.. emg mrk bnyk keliaran kok cm biasanya lebih terbuka ke sesama pere
oia..anak gereja ada koq yg L, tp masi denial pdhl kita semua tau dese punya GF
mrk juga mau kok diajak kenalan gt cm rata2 bnykan domisili jkt or bdg
sabar ya darl, nanti jg dpt kok..
T : aduuh..bacanya ampe keselek
hm.. gereja kita bervariasi ya bet.. love it..
sooo… are u L dear?? *big grin*
DANG!!!
antara mau ngakak tapi ingin membantah secepatnya
bisa-bisanya dese anggep eik L cyiinn (eh..keterusan ngondek)
yah itulah manusia ya..
bunda Theresa pernah bilang “Jika Anda berbuat baik, orang bisa curiga. Walau begitu, tetaplah berbuat baik. Sebab segala sesuatu merupakan urusan Anda dengan Allah. Bukan dengan manusia. Maka, berikan selalu yang terbaik.”
tapi saya ga marah sm skali ditanya saya L atau str8
saya jawab bahwa saya murni str8
T : maap ya darling, I thought ur an L too abis chanel kamu akeh sekalee..
S : Lolz.. never mind my dear.. semua kan bisa jadi temen *big grin*
well.. accepting with full of respect and appreciate the existence of other people in whole of his differences will create a gorgeous gradient, like we see rainbow in the sky..
still love you whatever you are, Tante 
ket:
dese = dia
pere = perempuan
L/Lez = lesbian
str8 = straight
GF = girlfriend
TO = target operasi
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
— Sapardi Djoko Damono
terbangun pagi ini dengan perasaan ga karuan
hal yang sudah dinanti akan mendapat jawaban
*berlari menuju pc sambil doa dipanjatkan*
……..loading………
ternyata belum pengumuman.. 
*suara hp berdering*
“ka ida manurung, pasti kasih berita..” pikir hati saya
“yaaa..haloo kaakk” kata saya
“pagi dek, sudah bangun ya..” sahut suara diseberang sana
“dek, kemarin saat wawancara seperti apa?kamu yakin ga jawabnya?”
“hmm…yakin koq kak”
*pikiran menerawang ke masa itu, saat wawancara berlangsung*
ditengah ratusan orang yang mengantri, tapi satu tujuan menunggu panggilan
saya berdiri sendiri, berharap dan berdoa agar mampu menjawab pertanyaan
nama saya dipanggil.. takut, cemas, gugup..
“sudahlah, tidak mungkin mundur lagi, tersenyum saja..” pikir saya sembari masuk
ukur tinggi badan, ambil nomor peserta, berkas administrasi yang sudah diloloskan
kemudian duduk bersama 24 orang lain yang juga menunggu wawancara
ada yang gugup, cemberut, menunduk, membaca, berdoa
semua terlihat jelas diraut wajah
hanya saya yang tersenyum.. apalagi ketika beberapa fotografer mengabadikan keadaan
senyum saya tidak lepas dari bidikan kamera
10478.. silakan menuju meja 12
ditengah ruangan besar terdapat 25-30 meja pewawancara
perjalanan mencari meja nomor 12 pun terasa sangat lama
ah itu dia, paling ujung, jauh dari orang luar
saya tersenyum lebar, menjabat tangan dengan erat
“namanya siapa dek?” tanya si bapak
“elizabeth siagian, pak” jawab saya
“wahh.. kamu sudah MM yaa… hmm.. kelahiran tahun ‘87? muda sekali.. saya baru ketemu yang semuda kamu..”
*saya tersipu-sipu* 
wawancara seputar latar belakang pendidikan dan keluarga pun mengalir seperti obrolan
saya bercerita tentang kehidupan minoritas di ipb, pekerjaan ayah, sampai kegiatan saya menyanyi di gereja
beliau bercerita tentang pendeta gerejanya yang juga adalah dosen agama saya
waw.. beliau sangat ramah dan terbuka
“apa yang kamu tau tentang bumn ini?” tanya beliau tiba-tiba
saya menjelaskan bahwa bumn ini bergerak di bidang ekonomi mikro
“lantas apa hubungan ekonomi makro degan bumn ini?” tanya beliau lagi
saya menjelaskan lagi bumn ini bertugas memperkuat sektor riil (mikro) yang merupakan tonggak ekonomi makro
beliau mengangguk dan menjelaskan banyak hal seputar pekerjaan yang nanti saya akan lakukan apabila bekerja disana
“terakhir.. kamu bersedia bila ditempatkan di luar kota?”
“siap pak.. saya tidak sedang terikat dengan seseorang atau instansi apapun”
“ooo..kamu jomblowati ya..hahahaha”
“err….”
sambil berterima kasih, saya menjabat tangannya lebih erat lagi dan pamit keluar
senyum saya kian melebar
semua staff yang semula bertuga di meja registrasi menyapa saya
saya balas satu persatu dengan senyum lebar, tulus dari hati 
keluar dari aula, kembali bertemu dengan ratusan pengantri
saya menangkap raut kebingungan diwajah mereka
mungkin hanya saya yang tersenyum lebar saat keluar
*mendadak sadar*
“gitu kak cerita waktu aku diwawancara..yakin koq” kata saya
“iya dek, kemarin kakak hub bapak yang wawancara kamu.. saat kakak sebut nama kamu, dia langsung ingat dan bapak bilang kamu pintar, menjawab seperti seorang pascasarjana..”
“kakak juga sudah cek nama kamu, nilainya tinggi.. selamat ya dek”
“pengumumannya keluar nanti malam, kamu sekarang belajar TPA dan siapkan wawancara akhir, kuncinya tunjukkan bahwa kamu seorang pekerja keras..” sahut kakak panjang lebar
“puji Tuhaaaaaaannn..” cuma itu yang sanggup saya jawab
*telp pun ditutup*
selain berkat nafas, hidup, Tuhan juga menjawab penantian kecil ini
tahapnya masih banyak tapi saya rasakan benar campur tanganNya
bapak baik dan kristen yang mewawancara itu bukan kebetulan
pendeta gerejanya yang juga dosen agama saya itu juga bukan kebetulan
semua Tuhan sudah tetapkan
saya tidak tahu bisa menghubungi bapak baik itu kemana
tapi saya bisa menulis disini
terima kasih kepada Bapak Kis Priyono, Kepala Kantor sebuah bumn Cabang Bekasi
yang telah Tuhan pakai untuk bertemu saya
semakin diberkati Tuhan berlimpah-limpah..amin
terima kasih Tuhan, yang bekerja dengan cara yang tidak pernah saya duga
Tuhan tolong berkati orang-orang yang banyak membantu dua proses panjang dibelakang
masih ada beberapa tahap lebih panjang lagi didepan
saya tidak memprioritaskan hasil akhir, tapi dalam tiap proses ini lah saya kagum dengan pekerjaan tangan Tuhan
saya kembali teringat
saat saya pulang, menaiki bis yang sama saat saya pergi
ada pengamen yang membawakan satu pujian :
dari semula t’lah Kau tetapkan
hidupku dalam tanganMu dalam rencanaMu Tuhan
rencana indah t’lah Kau sediakan
bagi masa depanku yang penuh harapan
s’mua baik…..s’mua baik
apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku
s’mua baik…..sungguh teramat baik
Kau jadikan hidupku berarti….
saya pergi menangis kesakitan
saya pulang menangis karena kebaikan Tuhan
Menyambut malam Natal pertama sendiri
tanpa keluarga dan tanpa pasangan yang mendampingi
ada sebersit kegugupan dan kekosongan di hati
namun tetap percaya Tuhanku akan mengisi
bad things, bad days, bad peoples… come and go
8 Okt ‘10 (20.18 wib)
“de, kapan pulang? aku mau curhat..”
…..
“de, tgl 23 si kaka ke medan ikut atan dinas, pesen tiketmu ya boru..”
………..
“lg dimana sayang? papi ga mau ganggu adek ya klo lg fokus, bnyk berdoa dan makan..”
……………
“beth, bsk ikut kan? nikahan adenya andrew cm skali lho.. ketemu dosen bs berkali2..”
……………….
“elizabeth, bsk saya ada di kampus jam 12 keatas ya.. ok”
…………………..
pilihan sulit
saking sulitnya ga tau mana yang dipilih duluan
bukannya ga usaha, otak udah diperas habis tapi blum cukup juga buat dapet tandatangan akhir..
pengen pulang ke medan, artinya tesis ditandatangan
pengen tesis ditandatangan, artinya besok harus ke kampus
pengen besok ke kampus, artinya malam sampai pagi besok begadang abis2an
pengen begadang sampai besok, artinya besok ga ikut ke nikahan?
hiks..~~
“sedih dan nangis ga akan selesein masalah, aku peluk tapi abis itu dikerjain ya..”
huh.. need my mood booster
this is it.. my new multiply!!
BYEOLBINNOONMOOL
terinspirasi dari soundtrack film korea BBF - Kim Yoo Kyung
yang artinya “Starlight Tears”
sebenernya bahasa koreanya “byeolbich-ui nunmul”
tp bacanya byeolbinnoonmool ~~
yah apapun itu, yang penting namanya unyuuu… (ababil mode: on)
huuu *disorakin penonton*
hehe.. semoga “rumah” ini bisa selalu jadi tampungan semua curhatan saya yang tidak seberapa..
enjoy!! :*