When Life Gives Me Lemons

  • rss
  • archive
  • 
dear you…

    dear you…

    • 5 months ago
  • rindu pada keluarga

    Minggu, 25 September 2011

    Pagi ini Tuhan membangunkan saya dengan perasaan rindu
    “Ah..Tuhan, kenapa saya dikasih perasaan kaya gini?” Tanya saya dalam hati
    Merasa ga ada jawaban, akhirnya saya memaksa diri untuk benar2 bangun
    Liat2 keadaan kamar, berantakan. Seandainya mami disini, dia pasti udah merepet kesana kemari :D
    Liat2 keluar kamar, sepi. Mungkin mereka masih di alam mimpi.
    Selama mandi dan bersiap ke gereja, saya merasa semakin sendiri, ya seringkali merasa seperti ini “ah iya..saya rindu keluarga..” Pikir saya
    “Ya sudahlah..ga ada mereka bukan berarti ga gereja”
    Saya pun berangkat dengan motor pinjaman teman sebelah kamar, kebetulan dititipkan sebelum dia ke Jogja.
    Sepanjang perjalanan, liat sekeliling, saya baru benar “sadar” saya di Kudus. Sudah sebulan, tapi sepertinya baru kemarin masih di Banjarmasin, masih ada teman sekamar yang mengingatkan ke gereja, masih ada teman sekelas yang selalu ngajak gereja.
    Tapi sekarang…”Sudahlah beth, jangan melankolis” kata saya dalam hati
    Sampai di gereja, saya parkir motor dan segera masuk. Jemaatnya dominan Chinese, muka saya jelas Indonesia, Batak pula.

    Dalam doa, saya sempat mengungkapkan rindu saya pada keluarga. Ketika jarak memisahkan, salah satu penghubungnya adalah doa.
    Dan seperti segalanya sudah diatur sedemikian rupa, puji2an dan tema khotbah pun tentang kasih pada keluarga

    KAMI DATANG DI HADIRAT-MU
    DALAM SATU KASIH, DENGAN BERSEHATI
    BERJANJI SETIA SAMPAI AKHIR
    MENGASIHI-MU, YESUS

    REFF:
    BERSAMA K’LUARGAKU MELAYANI TUHAN
    BERSATU, S’LAMANYA, MENGASIHI ENGKAU
    TIADA YANG DAPAT MELEBIHI KASIH-MU YA TUHAN
    BAGI KAMI ENGKAU SEGALANYA

    BRIDGE:
    GELOMBANG BADAI HIDUP COBA MENGHALANGI
    NAMUN KUASA TUHAN BUKA JALAN KAMI

    Pujian ini bagus sekali, saya pun menyanyi dengan mata berkaca-kaca, bahkan sepanjang ibadah..(Cengeng memang)
    Tapi saya tersenyum ketika ingat kebiasaan gereja bersama keluarga, pakai baju senada, mengisi kesaksian pujian bagi suara, kemudian pulang gereja jalan2 untuk makan bersama.
    Sepulang ibadah pagi itu, saya lebih tenang.
    Ada air mata, tapi saya bersukacita.
    Rindu ini menyesakkan, sekaligus menyenangkan.
    Selama ini mungkin saya (sok) sibuk sama kerjaan, jarang nelp duluan. :) tapi hari ini saya diingatkan betapa bersyukurnya saya punya keluarga yang selalu menguatkan melewati gelombang kehidupan.
    “Terima kasih, Tuhan.”

    • 1 year ago
  • bangun pagi

    pernah bangun pagi dan entah kenapa merasa sangat sedih?
    rasanya ga enak ya?
    seperti yang saya rasain sekarang

    setelah tertidur 4 jam, pagi ini saya terbangun dan ingin menangis
    ga semangat, ga mood bicara, ga minat sarapan,
    ga ngerti apa yang ada dikepala

    cuma melakukan kebiasaan memutar satu lagu setiap pagi


    Saat keadaan sek’lilingku
    Ada di luar kemampuanku
    Kuberdiam diri mencari Mu
    Doa mengubah segala sesuatu

    Saat kenyataan di depanku
    Mengecewakan perasaanku
    Kumenutup mata memandangMu
    S’bab doa mengubah segala sesuatu

    [REFF]
    Doa orang benar bila didoakan
    Dengan yakin besar kuasanya
    Dan tiap doa yang lahir dari iman berkuasa menyelamatkan

    S’perti mata air ditanganMu
    Mengalir ke manapun Kau mau
    Tiada yang mustahil di mataMu
    Doa mengubah segala sesuatu


    saat ini, mungkin keadaan sekeliling saya ada diluar kemampuan
    banyak kenyataan didepan mata yang mengecewakan
    tapi lagu ini terus mengingatkan
    walaupun cuma bisa berdiam diri dan menutup mata
    saya percaya ga ada yang mustahil di mata Nya
    saya berserah.. seperti mata air di tangan Nya
    baik pekerjaan maupun pasangan, apapun itu
    saya akan “mengalir” kemanapun Dia mau
    karena doa mengubah segala sesuatu

    • 2 years ago
  • Matthew 19:26

    “With man this is impossible, but with God all things are possible.”


    dari sekian banyak ayat Alkitab yang terpampang di tembok-tembok besar UPH
    ayat ini yang paling meneguhkan saya dan
    teman-teman paduan suara..





    Desember 2010
    pelatih mengumumkan paduan suara kami diikutsertakan dalam PESPARAWI PGI WIL BANTEN di UPH tanggal 12 Maret 2011
    partitur lagu wajib Langit Menceritakan cipt. Bonar Gultom (Gorga) pun dibagikan
    belajar dari nol, sebanyak 5 halaman partitur harus dipelajari dan dihapalkan
    kami sadar benar kami bukan para penyanyi yang mempunyai latar belakang musik
    sebulan berlalu dengan berbagai kegiatan natal
    kami hanya mampu menguasai satu halam
    an partitur

    Januari 2011
    kami sepakat menambah jadwal latihan 3x seminggu (Selasa, Jumat dan Ming
    gu)
    tapi sepanjang perjalanan, banyak yang tidak menjalankan komitmennya
    latihan bolong-bolong, hanya beberapa yang serius
    lagu pilihan “Soon Ah Will Be Done”
    yang mrpkn Negro Spiritual Song pun ditetapkan
    kata pelatih, lagu wajib itu memiliki tingkat kesulitan level 5
    maka lagu pilihan pun juga dipilih yang mempunyai level sama
    sepanjang bulan ini, konflik demi konflik mulai bermunculan
    kurangnya kesadaran anggota untuk latihan membuat pelatih cepat emo
    si
    walaupun ada sie. kostum, tidak ada satupun yang bersedia membuat seragam
    berbekal internet, saya inisiatif mendesain beberapa contoh dress+jas untuk anggota
    sempat ragu karena akan ada pengel
    uaran (saya maklum karena jemaat kami bukan jemaat yang pendapatannya berlebih) namun usul saya direspon positif
    bolakbalik memilih bahan dan penjahit juga latihan 3x seminggu bukan hal yang mudah ditengah banyak interview kerjaan di jakarta
    sebulan pun berlalu dengan sangat cepat

    Februari 2011

    penjahit memberi kabar sepihak tidak jadi ambil order
    dibantu beberapa ibu, akhirnya dapat penjahit pengganti
    saya cukup sering sharing segala sesuatu dengan pelatih
    dia bilang merasa tidak didukung anggotanya
    ini event yang cukup besar, bahkan sangat besar untuk gereja sekecil kami
    saya berusaha semampu saya dukung dia gimapun keadaannya

    konflik demi konflik semakin sering terjadi
    pelatih orang yang perfeksionis, tapi saya tau dia sangat kompeten
    anggota yang sudah bapak-bapak, merasa tidak terima kalau kena marah pelatih yang lebih muda usianya
    tidak terlepas saya, jatuh sakit karena lelah, pelatih kurang puas dengan performa saya
    kata teman-teman, saya ini anak kesayangan, tapi demi kualitas hal itu tidak berlaku
    malam itu saya pulang dan menangis, pelatih manggil tapi saya abaikan (ah..childish memang)
    setelah menangis, pelatih menghubung
    i saya, menyodorkan maaf karena dosa lidah
    sebulan hampir berlalu, diputuskan u
    ntuk satu kali tampil di ibadah akhir bulan
    katanya sebagai latihan diatas panggung

    Maret 2011
    ibadah awal bulan tampil kedua kali didepan jemaat
    masih ada kekurangan dimana-mana, latihan semakin intensif seming
    gu penuh
    pendeta mengadakan acara kebaktian kh
    usus paduan suara
    sesi uneg-uneg pun dikeluarkan
    ternyata visi setiap anggota beda-beda
    ada yang hanya ingin menyanyi karena bagian dari pelayanan, bukan kompetisi
    pelatih tampak sedikit kecewa, mereka beda persepsi
    suasana makin panas ketika mereka saling menjawab dan mempertahankan prinsip
    sekali lagi, tidak ada kesadaran anggota lain untuk menengahi.. menyedihkan
    saya beranikan angkat suara, image sa
    ya si anak emas ga sebagus itu kok
    saya ceritakan konflik diantara saya dan pelatih, tapi saya pikir itu jelas karena pelatih mau saya berkualitas sesuai standar dia, saya mengerti ini kompetisi, jadi pelayanan “beri yang terbaik pada Tuhan ” juga harus diseimbangi dengan kualitas bersaing dengan padus lain
    visi saya juga untuk juara, ini kompetisi saya pertama di paduan suara

    akhirnya kami berdamai, setiap orang pasti ada berharap untuk juara walaupun sedikit
    saya cuma berdoa, saya memang paling mu
    da dari semua anggota tapi semoga anggota lain mau mendengarkan

    12 Maret 2011
    hari yang dinantikan, semua anggota sibuk dengan dirinya masing-masing
    termasuk saya dan beberapa ibu harus k
    e salon pagi-pagi
    saat berangkat, dikabari kami menda
    pat urutan tampil terakhir
    sampai di UPH, kami tidak disediakan ruangan karena urutannya masih lama
    kami pun menunggu dilapangan dekat gedung, saya memperhatikan sekitar
    lingkungan yang eksklusif, anggota paduan suara gereja lain yang bergaya cukup mewah
    dibanding kami yang anggotanya masih berserakan, belum berseragam, sederhana
    saya berdoa dalam hati, Bapa tolong berikan kami kepercayaan diri

    acara dimulai pk.13.00, kami sempat
    test panggung yang terasa sangat luas buat kami
    dari bangku peserta, kami menyaksikan peserta lain yang tampil lebih dulu
    jumlah anggota yang banyaknya dua kali lipat dibanding kami, suara ya
    ng serasi, seragam mewah, sekali lagi menepis kepercayaan diri saya
    beberapa saat sebelum tampil, kami dikarantina dalan satu ruangan
    pemanasan, menenangkan hati, lagu “Naik Delman” menjadi pilihan
    kami digiring menuju backstag
    e dan saatnya pun tiba
    tekanan semakin besar, sempat terlinta
    s “Bapa, kami benar sudah siap?” dalam hati
    dihadapan lebih dari 500 orang dan 3 juri hebat, sempat membuat saya lupa lirik saat bagian saya solo sopran (hiks…..bodoh)
    dua lagu selesai, tepuk tangan langsung membahana, saya terpesona dan tidak percaya
    supporter kami tak lebih dari 10 orang, tapi tepuk tangan itu lebih dari ratusan
    Tuhan, terima kasih.. hanya itu yang sanggup saya bilang

    selama 60 menit kami diberi waktu unt
    uk istirahat dan rapat juri
    saya berdiam diri, merasa tampil kurang maksimal, rasanya ingin mena
    ngis
    salah satu kakak rohani menghampiri, dia tanya bagaimana perasaan saya
    saya bilang “kalau kita menang, itu adalah mujizat dan aku akan menangis”
    lalu saya menghampiri pelatih, saya tanya apakah ada peluang kami diperhitungkan
    dia menguatkan saya dan bilang “jumlah kita hanya 20, suaranya lebih pelan, tp pasti diperhitungkan. tadi aku berdoa supaya Tuhan kirim malaikatNya bernyanyi bersama kita”

    pengumuman pemenang
    ternyata diumumkan dari lomba padus anak, remaja, pemuda dan dewasa
    dan semua diumumkan dari peringkat terbawah skor terendah
    saya kembali tertekan, bagaimana kalau nanti gereja kami yang terendah, malu sekali
    raut wajah sedih, kecewa, ceria dan bahagia mulai bermunculan dari gereja lain
    saya berdoa “Tuhan, jangan sampai kami diurutan terendah”
    urutan pun dibacakan, tiap disebut gereja lain, saya bersyukur luar bias
    a, artinya gereja kami masih terus ada peluang di nomor atas
    mulai 7 besar, saya terus berterima kasih sama Tuhan, tapi gereja kami tetap belum disebut
    5 besar, nama-nama gereja lain disebut, kami semakin bersorak, rasanya seperti berteriak saat naik roller-coaster
    urutan 4, bukan gereja kami. saya duduk lemas. berarti kami 3 besar, senang luar biasa
    peserta tiga besar harus naik dulu keatas panggung diwakili pelatih
    urutan 3 diumumkan… kembali gereja lain
    kami berteriak semakin keras, kami 2 b
    esar
    urutan 2 dan 1…. dengan beda point 0.46 
    adalah Gereja Kristus Jemaat Pamulang dan GKI gading Serpong
    kami bersorak, juara 2 dengan beda point tipis, rasanya sangat luar biasa
    saya pun maju kedepan, berpelukan dengan teman-teman, ini mujizat dan saya menangis
    juara 1 dan 3 adalah gereja besar, jumlah anggotanya masing-masing 40 orang, dua kali lipat lebih banyak dengan koreografi yang kompak, bahkan salah satu merup
    akan juara bertahan 3x berturut-turut..

    ya Tuhan, hari ini gereja kecil kami Tuhan jadikan “besar” tingkat propinsi
    dan mujizat Tuhan ini semakin membuat kami merasa kecil dihadapanMu
    saat technical meeting dulu, gereja kami sempat jadi bahan tertawaan semua gereja karena kami berpendapat arransemen piano yang kurang harmonis
    ya, memang benar, kata Bonar Gultom, Gereja Kristus Pamulang ini siapa berani-beraninya kritik seperti itu.. kami pun mendapat ta
    wa bernada ejekan, gereja tidak terkenal
    tapi hari ini Tuhan dengan cara luar biasa mengembalikan itu ke mereka
    Bonar Gultom dengan bersahaja menyalami kami

    kembali saya teringat ayat diatas “…with God, all things are possible”
    teringat setiap latihan, konflik, penyamaan visi, jatuh bangun semua adal
    ah tempaan yang sakit tapi membentuk bejana yang indah dimata Tuhan
    saya berdoa ini hanya untuk kemuliaan Tuhan, dan kami jgn sampai mencuri kemuliaanNya

    terima kasih Bapa

    terima kasih Elevatio Choir

    memberi saya pengalaman sangat berharga







    (beberapa anggota yang masih muda »)

    • 2 years ago
  • Lez.. reeezz…

    pagi ini berdoa singkat sesingkat-singkatnya
    cuma minta supaya Tuhan jagain hati dan sikap saya hari ini
    setelah berdoa, mulai berpikir “apa yang bisa saya lakukan hari ini?”

    buka twitter, baca TL orang2
    lalu teringatlah sosok seorang temen lama
    terakhir dicurhatin abis-abisan sama kakak si temen lama ini
    kalo lagi dipusingin beberapa hal

    si temen lama (sebut saja Tante, bukan nama sebenarnya)
    baru saja mengakui he’s totally gay
    dan dari angkatan 2004 (seangkatan saya)
    skripsweetnya belum kelar-kelar sampe sekarang
    lebih parah lagi
    si Tante yang tadinya mau angkat topik Homoseksualitas dari Sisi Pria (sesuai banget deh tuh sm kehidupan dese..)
    eh dengan syantiknya topik itu diambil paksa sama temen sendiri
    lulus lah temen itu dengan sempurna, sedangkan dese cuma bisa manyun deh
    trus si Tante pun banting setir (padahal ga naik mobil)
    dan mutusin angkat topik Homoseksualitas dari Sisi Pere (teteup topik andalan…)
    cuma yah masuk kehidupan pere yang “menyimpang” itu ga semudah dibayangkan
    sama kaya gay yang lebih membuka diri sama pria2 gitu juga Lez yang lebih terbuka sm pere2 (mungkin biar sekalian jadi TO mereka kali yaa…)

    jadi disinilah saya ambil peran
    “mencarikan si Tante responden yang berstatus Lez”
    dan dimulailah obrolan ga penting hari ini:

    Tante (T) : Halo darling..
    Saya (S) : Hi cintaaa.. (biar sama2 ngondek gitu)
                    gimandose kriteria responden?
    T : eik mau yang udah coming out dirinya L, domisili semarang spy bisa depth interview
    S : ada satu nih yang bersedia tp dibandung, kejauhan ya?
    T : aih..salam kenal ya buat temenmu *kiss*
         tapi kejauhan kayanya saay..
    S : salam kenal balik cyiin..
         umm..harus semarang ya, ada sih bbrp tp blom ada respon kesediaan
    …………..(obrolan lain yang tidak perlu ditampilkan)………….
    T : anyway klo boleh tanya dirimu kok bisa ada bnyk L chanel ya say?
         aku menemukan satu aja sussyeee..
         bkeliaran di mall si bnyk bs diidentifikasi L, tp masa iya ujug2 ajak kenalan..hihi
    S : hehe.. emg mrk bnyk keliaran kok cm biasanya lebih terbuka ke sesama pere
         oia..anak gereja ada koq yg L, tp masi denial pdhl kita semua tau dese punya GF
         mrk juga mau kok diajak kenalan gt cm rata2 bnykan domisili jkt or bdg
         sabar ya darl, nanti jg dpt kok..
    T : aduuh..bacanya ampe keselek
         hm.. gereja kita bervariasi ya bet.. love it..
         sooo… are u L dear?? *big grin*

    DANG!!!
    antara mau ngakak tapi ingin membantah secepatnya
    bisa-bisanya dese anggep eik L cyiinn (eh..keterusan ngondek)
    yah itulah manusia ya..
    bunda Theresa pernah bilang “Jika Anda berbuat baik, orang bisa curiga. Walau begitu, tetaplah berbuat baik.
    Sebab segala sesuatu merupakan urusan Anda dengan Allah. Bukan dengan manusia. Maka, berikan selalu yang terbaik.”
    tapi saya ga marah sm skali ditanya saya L atau str8
    saya jawab bahwa saya murni str8

    T : maap ya darling, I thought ur an L too abis chanel kamu akeh sekalee..
    S : Lolz.. never mind my dear.. semua kan bisa jadi temen *big grin*

    well.. accepting with full of respect and appreciate the existence of other people in whole of his differences will create a gorgeous gradient, like we see rainbow in the sky..

    still love you whatever you are, Tante

    ket:
    dese = dia
    pere = perempuan
    L/Lez = lesbian
    str8 = straight
    GF = girlfriend
    TO = target operasi

    • 2 years ago
  • ..waiting..

    • 2 years ago
  • ketika harapan pun tak bertahan

    “apa yang kita lihat baik dimata kita, belum tentu baik dimata Tuhan..”
    “Tuhan pasti kasih yang terbaik”
    “bersabar ya de..”
    ”
    ada rejeki yg lebih baik lg buat abeth nt nya…”
    “tetap ada syukur dalam kesusahan, Tuhan pasti melihat.”










    everything is go
    ing to be AMAZING :’(
    • 2 years ago
  • Aku Ingin

    aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
    dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

    aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

    — Sapardi Djoko Damono 

    • 2 years ago
  • berkat di pagi ini

    terbangun pagi ini dengan perasaan ga karuan
    hal yang sudah dinanti akan mendapat jawaban

    *berlari menuju pc sambil doa dipanjatkan*
    ……..loading………
    ternyata belum pengumuman..

    *suara hp berdering*
    “ka ida manurung, pasti kasih berita..” pikir hati saya
    “yaaa..haloo kaakk” kata saya
    “pagi dek, sudah bangun ya..” sahut suara diseberang sana

    “dek, kemarin saat wawancara seperti apa?kamu yakin ga jawabnya?”
    “hmm…yakin koq kak”
    *pikiran menerawang ke masa itu, saat wawancara berlangsung*

    ditengah ratusan orang yang mengantri, tapi satu tujuan menunggu panggilan
    saya berdiri sendiri, berharap dan berdoa agar mampu menjawab pertanyaan
    nama saya dipanggil.. takut, cemas, gugup..
    “sudahlah, tidak mungkin mundur lagi, tersenyum saja..” pikir saya sembari masuk
    ukur tinggi badan, ambil nomor peserta, berkas administrasi yang sudah diloloskan
    kemudian duduk bersama 24 orang lain yang juga menunggu wawancara
    ada yang gugup, cemberut, menunduk, membaca, berdoa
    semua terlihat jelas diraut wajah
    hanya saya yang tersenyum.. apalagi ketika beberapa fotografer mengabadikan keadaan
    senyum saya tidak lepas dari bidikan kamera

    10478.. silakan menuju meja 12
    ditengah ruangan besar terdapat 25-30 meja pewawancara
    perjalanan mencari meja nomor 12 pun terasa sangat lama
    ah itu dia, paling ujung, jauh dari orang luar
    saya tersenyum lebar, menjabat tangan dengan erat

    “namanya siapa dek?” tanya si bapak
    “elizabeth siagian, pak” jawab saya
    “wahh.. kamu sudah MM yaa… hmm.. kelahiran tahun ‘87? muda sekali.. saya baru ketemu yang semuda kamu..”
    *saya tersipu-sipu*
    wawancara seputar latar belakang pendidikan dan keluarga pun mengalir seperti obrolan
    saya bercerita tentang kehidupan minoritas di ipb, pekerjaan ayah, sampai kegiatan saya menyanyi di gereja
    beliau bercerita tentang pendeta gerejanya yang juga adalah dosen agama saya
    waw.. beliau sangat ramah dan terbuka

    “apa yang kamu tau tentang bumn ini?” tanya beliau tiba-tiba
    saya menjelaskan bahwa bumn ini bergerak di bidang ekonomi mikro
    “lantas apa hubungan ekonomi makro degan bumn ini?” tanya beliau lagi
    saya menjelaskan lagi bumn ini bertugas memperkuat sektor riil (mikro) yang merupakan tonggak ekonomi makro
    beliau mengangguk dan menjelaskan banyak hal seputar pekerjaan yang nanti saya akan lakukan apabila bekerja disana

    “terakhir.. kamu bersedia bila ditempatkan di luar kota?”
    “siap pak.. saya tidak sedang terikat dengan seseorang atau instansi apapun”
    “ooo..kamu jomblowati ya..hahahaha”
    “err….”
    sambil berterima kasih, saya menjabat tangannya lebih erat lagi dan pamit keluar
    senyum saya kian melebar
    semua staff yang semula bertuga di meja registrasi menyapa saya
    saya balas satu persatu dengan senyum lebar, tulus dari hati

    keluar dari aula, kembali bertemu dengan ratusan pengantri
    saya menangkap raut kebingungan diwajah mereka
    mungkin hanya saya yang tersenyum lebar saat keluar

    *mendadak sadar*
    “gitu kak cerita waktu aku diwawancara..yakin koq” kata saya
    “iya dek, kemarin kakak hub bapak yang wawancara kamu.. saat kakak sebut nama kamu, dia langsung ingat dan bapak bilang kamu pintar, menjawab seperti seorang pascasarjana..”
    “kakak juga sudah cek nama kamu, nilainya tinggi.. selamat ya dek”
    “pengumumannya keluar nanti malam, kamu sekarang belajar TPA dan siapkan wawancara akhir, kuncinya tunjukkan bahwa kamu seorang pekerja keras..” sahut kakak panjang lebar
    “puji Tuhaaaaaaannn..” cuma itu yang sanggup saya jawab
    *telp pun ditutup*

    selain berkat nafas, hidup, Tuhan juga menjawab penantian kecil ini
    tahapnya masih banyak tapi saya rasakan benar campur tanganNya
    bapak baik dan kristen yang mewawancara itu bukan kebetulan
    pendeta gerejanya yang juga dosen agama saya itu juga bukan kebetulan
    semua Tuhan sudah tetapkan

    saya tidak tahu bisa menghubungi bapak baik itu kemana
    tapi saya bisa menulis disini
    terima kasih kepada Bapak Kis Priyono, Kepala Kantor sebuah bumn Cabang Bekasi
    yang telah Tuhan pakai untuk bertemu saya
    semakin diberkati Tuhan berlimpah-limpah..amin

    terima kasih Tuhan, yang bekerja dengan cara yang tidak pernah saya duga
    Tuhan tolong berkati orang-orang yang banyak membantu dua proses panjang dibelakang
    masih ada beberapa tahap lebih panjang lagi didepan
    saya tidak memprioritaskan hasil akhir, tapi dalam tiap proses ini lah saya kagum dengan pekerjaan tangan Tuhan

    saya kembali teringat

    saat saya pulang, menaiki bis yang sama saat saya pergi
    ada pengamen yang membawakan satu pujian :

    dari semula t’lah Kau tetapkan
    hidupku dalam tanganMu dalam rencanaMu Tuhan
    rencana indah t’lah Kau sediakan
    bagi masa depanku yang penuh harapan
    s’mua baik…..s’mua baik
    apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku
    s’mua baik…..sungguh teramat baik
    Kau jadikan hidupku berarti….

    saya pergi menangis kesakitan
    saya pulang menangis karena kebaikan Tuhan

    • 2 years ago
  • Christmas Eve

    Menyambut malam Natal pertama sendiri
    tanpa keluarga dan tanpa pasangan yang mendampingi
    ada sebersit kegugupan dan kekosongan di hati
    namun tetap percaya Tuhanku akan mengisi





    • 2 years ago
  • *tarik nafas panjang*

    bad things, bad days, bad peoples… come and go

    and also the good ones do, too

    I don’t know if you’ve ever felt like…
    that you wanted to sleep for a thousand years

    or just not exist.. or just not be aware that you do exist

    or something like that

    I think wanting that is very morbid, but I want it when I get like this..
    that’s why I’m trying not to think
    I just want it all to stop spinning
    • 2 years ago
  • dikala pusing melanda

    8 Okt ‘10 (20.18 wib)

    “de, kapan pulang? aku mau curhat..”
    …..
    “de, tgl 23 si kaka ke medan ikut atan dinas, pesen tiketmu ya boru..”
    ………..
    “lg dimana sayang? papi ga mau ganggu adek ya klo lg fokus, bnyk berdoa dan makan..”
    ……………
    “beth, bsk ikut kan? nikahan adenya andrew cm skali lho.. ketemu dosen bs berkali2..”
    ……………….
    “elizabeth, bsk saya ada di kampus jam 12 keatas ya.. ok”
    …………………..


    pilihan sulit saking sulitnya ga tau mana yang dipilih duluan
    bukannya ga usaha, otak udah diperas habis tapi blum cukup juga buat dapet tandatangan akhir..
    pengen pulang ke medan, artinya tesis ditandatangan
    pengen tesis ditandatangan, artinya besok harus ke kampus
    pengen besok ke kampus, artinya malam sampai pagi besok begadang abis2an
    pengen begadang sampai besok, artinya besok ga ikut ke nikahan?
    hiks..~~


    “sedih dan nangis ga akan selesein masalah, aku peluk tapi abis itu dikerjain ya..”
    huh.. need my mood booster

    • 2 years ago
  • BYEOLBINNOONMOOL

    this is it.. my new multiply!!
    BYEOLBINNOONMOOL

    terinspirasi dari soundtrack film korea BBF - Kim Yoo Kyung
    yang artinya “Starlight Tears”
    sebenernya bahasa koreanya
    “byeolbich-ui nunmul”
    tp bacanya byeolbinnoonmool ~~

    yah apapun itu, yang penting namanya unyuuu… (ababil mode: on)
    huuu *disorakin penonton*
    hehe.. semoga “rumah” ini bisa selalu jadi tampungan semua curhatan saya yang tidak seberapa..

    enjoy!! :*


    • 2 years ago
© 2012–2013 When Life Gives Me Lemons